Mungkin ada yang bilang bahwa tindakan ini AKAN brutal !?
Mungkin ada yang bilang ngapain kayak gitu, mending di rumah saja, enakan ngopi dan rebahan
Mungkin ada yang bilang, “nyari mati anda ?”
Mungkin ada yang bilang ada berita hoax, harusnya dibaca dulu dengan seksama
Mungkin ada yang sedang menjatuhkan rakyat
Mungkin sekarang kita di omongin dari belakang sama teman baik ( teman baik = teman yang baik di depan kita, teman bangsat = yang anjeng2an, kontoll, bullying, ngeluarin aib kita saat kita galau ke kawan lain dengan gurau )
Mungkin ada yang bilang, “ngapain di protes ? kan serikat buruh sudah menyetujui!”
Mungkin saat nanti kita/aku/kawan akan meninggalkan semesta
Saya hanya punya pemikiran satu saja, aku ya aku, kamu ya kamu, di saat kamu tidak ingin bergerak, ya sudah, tidak usah protes karena kawanmu terjun ke jalan penolakan!!!
Tidak usah meremehkan orang lain dalam perspektif kalian, karna insan itu emas dan yang bisa dan Hanya bisa menghardik manusia lain itu, HANYA SANG MAHA.
Mengapa bergerak ?
Karena apa yang kucari ada di depan mata, apa ?
“Kejujuran yang Pahit”, bahwa apa yang diajarkan di sekolah selama 12 tahun/kurang/lebih hanya bualan semata, dan sang guru berkata “anak-anak kalian harus jujur tidak boleh bohong!!!” tetapi nyatanya apa dalam dunia pendidikan bukupun di bisniskan, janji-janji nilai bagus harus les di tempat guru itu, dan dikasih kunci jawaban untuk ulangan yang akan datang, sebegitu HINAkah kita/aku/kawan yang akan menolak, dibandingkan dengan guru di sana !?.
Dalam riuh demonstran terdengar lantang :
Penjajah Negeri Mengucap
Derap Langkah Aparat Merapat
Cukong-cukong Makin Kalap
Membabat Habis Kehidupan Rakyat
-Bintang Jatuh