Karib.

Samudera awan membentang luas,

Laksana jubah menyelimuti punggung kesatria.

Menyisakan langit bertelanjang badan,

Awam sibuk berkutat dengan eksistensi,

Kesatria sibuk berceloteh, tertawa, dan bercanda.

Disela-sela itu sambil mengingat dia pernah mengalaminya,

Tetapi tidak se(me)rusak seperti sekarang.

Ditemani dengan ramuan penambah rasa,

Tak pelak dipadu dengan penyakit yang ada disatu batang,

Nikmat, seperti berada di langit ke-7.

Semilir angin yang membelai pipi dengan mesra,

Penglihatan menutup secara perlahan,

Kesatriapun serasa dapat melihat cakrawala setelah langit biru disana,

Indah tetapi tidak bisa dibawa sebagai cindera mata.

Kesatria tidak mencari kenikmatan itu,

Melainkan membuat suasananya sendiri,

Jadilah kesatria,

Jika tidak, jadilah kawan kesatria tersebut.

-Bintang Jatuh