Temaram jingga menyapa, Hai, aku hanya sementara.
Gelap malam menusuk, sini biar daku dekap ragamu yang letih.
Cahaya arunika membuat silhouette tebing, pucuk tunas, beton rumah, terlihat indah, dia pun berkata hey, bangun!!! biarkan malam lalu dikau jatuh & rapuh, pagi ini dikau kembali menjadi insan yang satu, tanpa ada kata ragu.
Baskara berada di atas ubun-ubun, dengan gagah berkata, terbakarlah wahai insan, agar kau tau bagaimana rasanya panasnya penghianatan…
Dan pada akhirnya kembali ke waktu lengang beberapa saat.
Sunset, kopi & kretek selalu menemai saat hati sedang gundah akan masa depan.
Terbesit pikiran untuk mencari jawaban atas pertanyaan diri sendiri.
Gerceplah aku ambil gawai langsung membuka situs pencarian, lalu mengetik “padahal dia tahu tetap diam saja” setelah itu langsung klik enter
(keluar gambar tahu).
Sekian ceritanya, ditunggu cerita selanjutnya ya, jangan lupa ketawa :v.
-Bintang Jatuh